Provaider outbound di malang, pelatihan yang kami tangani : outbound malang, outbound training, pelatihan motivasi, rafting kasembon, rafting Kediri, airsoftgun dan paintball
Selasa, 17 Mei 2011
Outbound di Malang.Gangguan perilaku berupa sulit berkonsentrasi dan hiperaktif (Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD) selama ini memang lebih dikenal pada anak-anak. Namun penelitian selama hampir dua dekade menunjukkan gangguan perilaku tersebut juga bisa menetap sampai usia dewasa namun tetap bisa diterapi.Untuk menetapkan kriteria ADHD pada remaja dan orang dewasa, para psikiatri kini sedang dalam proses menulis ulang buku panduan penyakit mental, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) yang akan diterbitkan tahun 2013.Pada DSM edisi yang kini beredar, ADHD didefinisikan sebagai gangguan perilaku pada anak, namun kriteria yang sama juga sering dipakai pada orang dewasa yang ingin diobservasi apakah mereka menderita ADHD. Outbound di Malang.Dalam buku panduan terbaru, yang akan disebut DSM.5, para ahli psikiatri akan memasukkan kriteria ADHD pada orang dewasa.Pada anak-anak, ADHD biasanya dicirikan dengan anak yang tidak bisa diam, suka meledak-medak, tidak mampu berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas. Sementara itu orang dewasa yang menderita ADHD biasanya sering menginterupsi orang yang sedang berbicara dan memiliki kesulitan menyelesaikan tengat dalam tugas.Orang dewasa yang menderita ADHD juga sering merasa kelelahan, sementara di saat anak-anak mereka sering tidak bisa diam atau hiperaktif. Anak-anak ADHD juga biasanya impulsif.Dr.Steven Cuffe, psikiatri dari University of Florida, AS, mengatakan gangguan ADHD memang bisa menetap sampai usia dewasa. Bahkan saat ini terjadi peningkatan kasus ADHD pada orang dewasa. "Beberapa tahun lalu ADHD diperkirakan dialami 3-5 persen anak. Kini prosentasenya naik menjadi 6-8 persen," katanya.Ia memperkirakan, bila kriteria ADHD pada orang dewasa ini selesai dirumuskan para ahli ada kemungkinan jumlah orang dewasa yang didiagnosa ADHD akan meningkat.Outbound di Malang
Jumat, 06 Mei 2011
Outbound Training Malang.Kelompok Lingkar Ganja Nusantara (LGN) berjuang ganja dilegalkan. Namun pemerintah menolak impian LGN itu karena pelegalan ganja bisa menjadi gerbang legalisasi narkoba lainnya."Kalau untuk dilegalkan agak susah. Kenapa? Takutnya ganja itu jadi gerbang untuk legalisasi narkoba lainnya. Nanti mulainya dari ganja masuk kelas lainnya," ujar Dirjen Rehabilitasi Sosial Makmur Sanusi di Gedung Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/5/2011).Outbound Training Malang.Namun, menurut Makmur, pihaknya tidak fokus soal legalisasi ganja. Pihaknya fokus pada pemakai narkoba. Para pemakai narkoba akan direhabilitasi sesuai dengan hasil sidang PBB di Wina baru-baru ini. Rehabilitasi yang ditangani Kemensos yakni rehabilitasi sosial. "Perilaku mereka (pemakai) menyimpang. Jadi harus diluruskan dulu, direhabilitasi," tutur dia.LGN akan mengadakan aksi damai untuk menuntut pelegalan ganja atau Parade Ganja pada Sabtu (7/5) di Silang Monas, meniru aksi serupa yang berpusat di Toronto, Kanada. Polda Metro Jaya mengancam akan membubarkan aksi itu. Sebab jalanan seputar Senayan akan diamankan dalam rangka KTT ASEAN 7-8 Mei mendatang.Outbound Training Malang.
Langganan:
Komentar (Atom)